Menulis buku kini semakin ngetren. Orang berlomba-lomba menerbitkan karyanya mulai novel hingga otobiografi. Jadi, apalbila Anda punya tulisan, jangan hanya disimpan. Banyak penerbit di luar sana yang mungkin menanti hasil karya Anda. Lalu bagaimana Anda memulainya? Berikut ini, tipsanda.com akan mengulas hal-hal yang berkaitan dengan bagaimana memulai menulis novel: 1. Niat. Punya motivasi kuat untuk mulai menulis dan menyelesaikannya
2. Mulai dari yang paling sederhana. Mulailah dari tulisan bebas, yang ringan-ringan dulu, misalnya dengan menulis apa yang Anda lihat, pikirkan, rasakan, ingat dan seterusnya.
3. Bebaskan Imaginasi Anda. Jangan terpaku aturan-aturan menulis yang baku. Menulislah sesuai keinginan. Biarkan ide-ide mengalir secara liar.
4. Wawasan. Perkaya bahan dan referensi dengan menggali dari berbagai sumber informasi, dari surat kabar, majalah, buku, radio hingga narasumber langsung.
5. Fokus pada apa yang ingin ditulis. Tentukan tema karakter tokoh dalam novel, jalan cerita dan sebagainya.
6. Jangan putus asa jika hasilnya belum bagus. Seorang penulis besar pun mengalami fase ini dulu sebelum akhirnya mahir. Jika stuck di tengah jalan, recharge pikiran dengan melakukan kegiatan yang menyenangkan. Biasanay ide dan semangat akan muncul kembali.
7. Publikasi Hasil Karya. Perlihatkan hasil karya Anda pada lingkungan terdekat, dan mintalah komentar dan kritikannya.
8. Latihan, latihan dan terus latihan
Lalu bagaimankan kategori novel yang bagus dan menarik? Ayu Utami, penulis novel Saman, Larung dan Parasit Lajang, seorang penulis yang dianggap sebagai pendobrak karya sastra di Indonesia, akan menguraikan beberapa tips-nya untuk Anda:
1. Novel yang bagus itu seperti apa? “Novel pop yang bagus jalan ceritanya mengalir dan enak dibaca. Ada juga novel yang barangkali sulit dibaca atau dicerna oleh si pembaca, tapi novel tersebut mampu memberikan kekayaan yang lain di bidang bahasa dan pemikiran. Jadi ada sesuatu yang bisa dipetik pembaca dari novel tersebut.”
2. Apakah modal utama menjadi penulis? ” Yang pertama adalah ketertarikan dulu, setelah itu disiplin dan rajin membaca. Karena membaca, sedikitnya 50% dari pekerjaan menulis. Seorang penulis yang saya kagumi, Adolf Heuken pernah mengatakan seorang penulis harus mempunyai pengetahuan tujuh kali lebih luas daripada yang kita tulis.”
3. Perlukan melakukan riset? “Perlu tidaknya melakkan riset atau observasi, tergantung dari cerita seperti apa yang ingin dibuat. Misalnya saja Harry Potter, saya kitra tidak terlalu mengandalkan riset. Tapi Da Vinci Code, itu bersandar pada riset.”
4. Apa yang sebaiknya dilakukan jika di tengah jalan mendadak stuck? ”Saya biasanya jalan-jalan, nonton film, pertunjukan. Dengar music, olahraga dan membaca juga saya lakukan. Pokoknya sesuatu yang akan memperkaya imajinasi kita lagi.”
2. Mulai dari yang paling sederhana. Mulailah dari tulisan bebas, yang ringan-ringan dulu, misalnya dengan menulis apa yang Anda lihat, pikirkan, rasakan, ingat dan seterusnya.
3. Bebaskan Imaginasi Anda. Jangan terpaku aturan-aturan menulis yang baku. Menulislah sesuai keinginan. Biarkan ide-ide mengalir secara liar.
4. Wawasan. Perkaya bahan dan referensi dengan menggali dari berbagai sumber informasi, dari surat kabar, majalah, buku, radio hingga narasumber langsung.
5. Fokus pada apa yang ingin ditulis. Tentukan tema karakter tokoh dalam novel, jalan cerita dan sebagainya.
6. Jangan putus asa jika hasilnya belum bagus. Seorang penulis besar pun mengalami fase ini dulu sebelum akhirnya mahir. Jika stuck di tengah jalan, recharge pikiran dengan melakukan kegiatan yang menyenangkan. Biasanay ide dan semangat akan muncul kembali.
7. Publikasi Hasil Karya. Perlihatkan hasil karya Anda pada lingkungan terdekat, dan mintalah komentar dan kritikannya.
8. Latihan, latihan dan terus latihan
Lalu bagaimankan kategori novel yang bagus dan menarik? Ayu Utami, penulis novel Saman, Larung dan Parasit Lajang, seorang penulis yang dianggap sebagai pendobrak karya sastra di Indonesia, akan menguraikan beberapa tips-nya untuk Anda:
1. Novel yang bagus itu seperti apa? “Novel pop yang bagus jalan ceritanya mengalir dan enak dibaca. Ada juga novel yang barangkali sulit dibaca atau dicerna oleh si pembaca, tapi novel tersebut mampu memberikan kekayaan yang lain di bidang bahasa dan pemikiran. Jadi ada sesuatu yang bisa dipetik pembaca dari novel tersebut.”
2. Apakah modal utama menjadi penulis? ” Yang pertama adalah ketertarikan dulu, setelah itu disiplin dan rajin membaca. Karena membaca, sedikitnya 50% dari pekerjaan menulis. Seorang penulis yang saya kagumi, Adolf Heuken pernah mengatakan seorang penulis harus mempunyai pengetahuan tujuh kali lebih luas daripada yang kita tulis.”
3. Perlukan melakukan riset? “Perlu tidaknya melakkan riset atau observasi, tergantung dari cerita seperti apa yang ingin dibuat. Misalnya saja Harry Potter, saya kitra tidak terlalu mengandalkan riset. Tapi Da Vinci Code, itu bersandar pada riset.”
4. Apa yang sebaiknya dilakukan jika di tengah jalan mendadak stuck? ”Saya biasanya jalan-jalan, nonton film, pertunjukan. Dengar music, olahraga dan membaca juga saya lakukan. Pokoknya sesuatu yang akan memperkaya imajinasi kita lagi.”